Senin, 16 Oktober 2017

Gadget : Sebagai Kebutuhan atau Lifestyle?



Fenomena fobia ketika seseorang lupa membawa handphone, kehabisan baterai, atau tak dapat sinyal, makin tumbuh di masyarakat.

Saat ini siapa yang bisa lepas dari gadgetnya? Di stasiun, di dalam bus, di peron, di mal, tempat makan, bahkan hampir di semua tempat kita pasti melihat orang dengan gadgetnya. Sampai-sampai kini muncul istilah “masyarakat merunduk”. Berjalan sambil merunduk melihat gadget mereka, menunggu sambil merunduk mengutak-atik gadget mereka, dan lain sebagainya.
Gadget yang saat ini kian merebak di masyarakat mulai menimbulkan gejala sosial baru. Sebagian orang menganggap gadget sebagai gaya hidup atau lifestyle, dan sebagian lagi menjadikan gadget sebagai kebutuhan semata.
Bagi orang yang menganggap lifestyle, gadget hanya dilihat sebatas untuk mengikuti tren saja, bahkan tidak tahu fitur-fitur yang ada di dalamnya. Sedangkan mereka yang melihat secara kebutuhan, gadget benar-benar digunakan untuk mendukung kebutuhan hidupnya


Memegang gadget kini bukan hanya tren, tapi bagi sebagian masyarakat kita telah menjadi gaya hidup. Mereka sangat aktif dengan gadget mereka, ke mana pun dan kapan pun. Sehingga, ada yang menyebut bahwa zaman ini ada sekelompok masyarakat yang dikenal dengan istilah “generasi menunduk”; sebuah istilah untuk merujuk pada sekelompok masyarakat yang terus menundukkan kepalanya pada gadgetnya. Mereka itu tak terpisahkan dengan gadget bukan hanya karena fungsinya, baik sebagai perangkat komunikasi, mencari informasi, atau bertransaksi, tapi juga sebagai gaya hidup elite.

Gadget yang saat ini beredar dan merebak di masyarakat menimbulkan gejala sosial baru di masyarakat kita. Sebagian orang menjadikan Gadget hanya berfungsi sebagai gaya hidup (lifestyle) semata, dan oleh sebagian yang lain gadget dianggap sebagai sebuah kebutuhan.
Pada sebagian kalangan, gadget bisa jadi berfungsi sebagai gaya hidup (lifestyle) ketika pemanfaatan dari fitur di sebuah gadget digunakan oleh kelompok masyarakat yang tidak tahu fungsi dari fitur yang ada di dalamnya.

Sebagai kebutuhan, sekarang jauh beda dengan akhir tahun 90-an. Gadget yang semakin hari semakin berkembang dengan fitur-fitur menggiurkan bak fenomena sosial yang tak terelakkan. Siapa sih orang yang tidak memiliki gadget, minimal handphone saja. Fungsinya pun sudah semakin bervariasi, dari yang standar untuk telepon dan sms, sampai ke smartphone yang memang smart karena kita bisa melakukan apa saja dengan handphone tersebut. 

Data Lembaga Survey Nasional menunjukkan, dibanding negara Asia lain, masyarakat Indonesia ternyata cukup boros untuk belanja perangkat teknologi. Setahun, berdasar hasil survey, pengeluaran Indonesia untuk belanja teknologi mencapai 62 persen, sementara negara lain hanya 38 persen (ICH). Salah satu gadget yang kini sudah menjadi bagian dari masyarakat kita yakni komputer tablet. Dengan sifatnya yang portabel, simpel, dan elegan, tablet menjadi tujuan perburuan masyarakat kita, dan salah satunya untuk mendongkrak wibawa dirinya. Dalam rilis beberapa media, disebutkan bahwa Indonesia merupakan pasar komputer tablet yang akan terus berkembang, dan bahkan berpotensi menggerus posisi netbook di pasar negeri ini yang selama ini jadi primadona.

Sebagian masyarakat kita masih memiliki kecenderungan untuk membeli dan menggunakan tablet sebagai penunjang penampilan dan gaya hidup, tidak berbasis fungsional. Karenanya, mereka tak secara penuh benar-benar membutuhkan dan mengunakan fitur-fitur dalam tablet. Bahkan, sebagian hanya untuk aktif di social media atau bahkan sekadar bermain game. Belum banyak yang benar-benar mengerti teknologi tablet. Artinya, kebutuhan masyarakat kita dalam membeli tablet masih dipengaruhi faktor gaya hidup dan untuk pencitraan. Inilah fenomena yang akrab dikenal dengan istilah bahwa pasar di Indonesia lebih berbasis trend follower, bukan trend setter. 

Lebih Baik mana, Android atau IOS? Check This Out!




Lebih baik iPhone atau Android? – Ini telah menjadi pertanyaan abadi semenjak Android lahir menjadi pesaing utama Apple iPhone. Menurut kamu mana yang lebih bagus? Mana yang lebih berguna antara Apple iPhone dengan sistem operasi iOS atau ribuan model HP ber-sistem operasi Android? Mana yang lebih worth value to money? eduanya memiliki software dan hardware smartphone yang terbaik di dunia, dan keduanya memiliki kelebihan masing-masing, dalam segi apa? Akan kita bahas.


Pada artikel mana yang lebih baik iPhone atau Android ini kami akan membandingkan keduanya dengan melakukan tugas yang biasa dilakukan kedua smartphone tersebut sehari-hari yang selalu kita butuhkan.
Baiklah cukup berbicara kami telah bandingkan bagaimana Android dan iPhone iOS menjalankan 15 tugas sehari-hari smartphone, manakah yang akan lebih unggul? Silahkan kamu sendiri yang menilai dan menentukan.

Membuka Layar dan Keamanan Smartphone

membuka layar hp iphone dan android, Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android?
Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android? Fitur iPhone TouchID fingerprint sensor sangat mempermudah kita untuk membuka layar HP iPhone dengan tidak lagi melakukan PIN lock screen yang mengganggu. Beberapa tipe HP Android juga memiliki fitur yang sama seperti iPhone TouchID. Android juga memiliki fitur smartphone yang menggunakan teknologi pengenalan wajah dan lokasi untuk langsung melewati security pattern Android, namun fitur tersebut lebih tidak aman dari iPhone.

Melakukan Panggilan Telepon

melakukan telepon hp iphone dan android, mana yang lebih baik
Perbandingan ketat antara iPhone Vs. Android. Kontak favorit yang biasa ditelepon muncul dengan sangat baik pada handphone Android sehingga mempermudah melakukan panggilan telepon. Tertata rapi secara pintar berdasarkan orang yang lebih sering kamu telepon. Namun IPhone memiliki fitur FaceTime yang sangat membantu. Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android?

Melihat Jam atau Mengecek Waktu

melihat jam waktu hp iphone dan android, mana yang lebih baik
Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android? Keduanya antara Android dan iPhone menunjukkan waktu ketika kamu tekan tombol kunci/lock. Tapi banyak handphone Android menyimpan waktu dengan lebih baik. Motorola Samsung dan HTC contohnya, mereka memiliki smart cover yang secara otomatis menunjukkan waktu ketika kamu mengeluarkan HP dari kantong celanamu. Android juga memiliki layar DayDream yang tetap menyala dan menunjukkan waktu ketika di charge pada malam hari.

Mengambil Foto dan Video

mengambil foto dan video hp iphone dan android, mana yang lebih baik
Mana smartphone yang lebih canggih? Ada HP Android dengan kamera yang sangat bagus tapi ada juga kamera Android yang biasa saja. Akan tetapi kamera dari HP iPhone tetap bagus dari waktu ke waktu. Untuk pengelolaan foto dan video Android jauh lebih baik. Google Photos akan memberikan kamu media penyimpanan foto yang tidak terbatas. Sementara Apple iCloud sangatlah mahal dan tidak user friendly. Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android?

Mengetik dengan Keyboard Handphone

mengetik hp iphone dan android, mana yang lebih baik
Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android? Apple iPhone pada akhirnya mulai menampilkan huruf kecil pada keyboard iPhone mereka ketika kita tidak menggunakan huruf kapital. Tapi keyboard bawaan Android tetap lebih baik dari keyboard bawaan Apple, alasannya termasuk fitur Swipe Gestures dan Punctuation di layar yang sama dengan huruf-huruf keyboard.

Penggunaan Aplikasi dan Ketersediaan Aplikasi

menggunakan aplikasi hp iphone dan android, mana yang lebih baik
Apple dan Google keduanya memiliki App Store yang sangat bagus dan ramai. Android jauh lebih unggul dalam mengelola aplikasi, ia memperbolehkan kamu untuk menyimpan aplikasi penting di layar home screen dan menyembunyikan aplikasi yang kurang penting di app drawer. Dan juga widget Android jauh lebih berguna daripada widget dari Apple. Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android?
Jika sampai sini kamu sudah memutuskan pilih iphone. Baca juga : Aplikasi iPhone Terbaru dan Terpopuler

Panel Notifikasi

tampilan notifikasi hp iphone dan android, mana yang lebih baik
Mana yang lebih berguna? Panel notifikasi aktif dari iPhone memungkinkan kamu untuk merespon langsung dari notifikasi panel tanpa membuka aplikasi yang tidak dimiliki oleh sistem operasi Android. tapi HP Android memungkinkan kamu untuk men-setting notifikasi mana yang menjadi prioritas yang kemudian secara otomatis mengirimkan notifikasi tersebut ke daftar paling atas, jadi meminimalkan pesan notifikasi yang kurang penting. Menghapus notifikasi juga jauh lebih mudah menggunakan handphone Android dengan sekali swipe. Jadi Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android?

Mendengarkan Musik dari Handphone

menyetel musik hp iphone dan android, mana yang lebih baik
Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android? Android memiliki aplikasi memainkan musik yang sangat baik yaitu Google Play Music. Google Play Music menawarkan daftar lagu gratis yang bagus. Apple memiliki pemutar musik yaitu Apple Music. Apple tidak memiliki pilihan yang gratis namun integrasi nya sangat baik dengan download dari iTunes.
Baca Juga : Aplikasi Pemutar Musik Android Terbaik

Membuka Email dan Membuat Email

mengecek email hp iphone dan android, mana yang lebih baik
Smartphone Android menggunakan Gmail sebagai aplikasi utama email meskipun kamu tidak menggunakan Gmail dan menggunakan service email yang lain. Terasa memaksakan jika kita tidak menggunakan Gmail. Tapi Android punya material design, membuat kamu bisa memilih folder email dan akun dari layar dengan hanya usapan ke arah kanan. Tidak seperti Android, Apple memiliki aplikasi email yang secara otomatis mengenali email service apa yang kamu gunakan, tapi aplikasi email iPhone lebih ribet digunakan. Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android?

Mencari Arah, Membuka Petamembuka peta hp iphone dan android, mana yang lebih baik

Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android? Google Maps adalah aplikasi mobile terbaik yang pernah dibuat. Di HP Android Google Maps enak digunakan, meskipun sebenarnya Google Maps tersedia di iPhone dan Android, Tapi berjalan lebih baik di Smartphone berbasis Android, Siri milik iPhone tidak bisa menggunakan Google Maps. Apple Navigation terus berkembang tapi masih kalah oleh aplikasi Google Maps.

Membuka Daftar Kontak Telepon

daftar kontak hp hp iphone dan android, mana yang lebih baik
Kontak telepon di Android jauh lebih mudah di navigasi. Tampilan foto kontak yang besar membuat kontak Android mempermudah kita mencari orang. Tapi iPhone secara otomatis bisa koneksi ke Facebook dan jejaring sosial lainnya untuk mengisi Kontak di Smartphone iPhone kamu, sementara kebanyakan handphone Android memerlukan aplikasi yang terpisah untuk melakukannya. Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android?

Search Task, Pencarian di Smartphone

pencarian ter integrasi hp iphone dan android, mana yang lebih baik
Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android? Search atau pencarian adalah keahlian dari Google. Tapi Apple spotlight mencari lebih banyak dari Google Search pada smartphone nya, diantaranya mencari email, podcast, catatan, reminder, kalender, event, pesan SMS dan pesan suara, akan tetapi pencarian proaktif Siri pada iPhone lebih terbatas yang hanya menampilkan kontak aplikasi dan berita dari Google. Handphone Android memiliki Google Now. Aplikasi ini bisa membaca pikiran kita. Ketika kita berada di suatu tempat, Google Now secara otomatis bisa langsung mencari tiket pesawat, skor olahraga, rute transit, berita-berita terhangat sebelum bahkan kita terpikirkan untuk mencarinya.

Mengubah ke Mode Getar/Vibrate

mengganti ke mode getar hp iphone dan android, mana yang lebih baik
Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android? iPhone memiliki tombol fisik untuk mengubah HP ke mode getar. Di Android kamu harus masuk ke handphone kamu tekan tombol volume icon dan menyentuh Icon lonceng masuk ke mode getar. Beberapa aplikasi Android bisa secara otomatis mengubah smartphone Android kamu ke mode getar ketika kamu pada situasi tertentu misalnya ketika masuk kerja di kantor.

Voice Recognition, Berbicara pada Smartphone

berbicara ke hp iphone dan android, mana yang lebih baik
Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android? Android Voice Assistant mengetik ketika kita berbicara dan bisa berjalan ketika offline. Tapi Siri iPhone memiliki kepribadian! Dan bisa mengerti bahasa alami lebih baik dari smartphone Android.

Mengirim Pesan SMS

mengirim pesan sms
Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android? Aplikasi bawaan Android untuk berkirim pesan SMS sangat cantik dan berfungsi dengan sangat baik, akan tetapi dengan iMessage iPhone kamu bisa mengirim SMS gratis dan pesan suara ke semua gadget produk Apple termasuk dari Apple MacBook kamu. Sementara Google Hangout bisa menggabungkan pesan SMS dan pesan dari Hangout dalam satu aplikasi, dan pengiriman pesan bisa langsung dari komputer jika kamu memiliki akun Google Voice, akan tetapi aplikasinya belum terlalu canggih dan butuh banyak perbaikan.

Hasilnya? Mana yang Lebih Baik iPhone atau Android?

Bagaimana menurut kamu? Di review mana yang lebih baik iPhone atau Android mana yang kamu jagokan? Perbandingan keduanya cukup ketat, sekarang hanya tinggal bagaimana anda menilai dan tentukan manakah yang menjadi pemenang perbandingan mana yang lebih baik iPhone atau Android?

(Sumber : sinyaltech.com)

Puncak Gunung Tertinggi di Dunia



Berikut adalah daftar puncak gunung tertinggi di dunia dari permukaan laut:
  1. Everest, pegunungan Himalaya, Nepal/China, 29,035 ft / 8,850 m.
  2. K2 (Godwin Austen), pegunungan Karakoram, Pakistan/China, 28,250 ft / 8,611 m.
  3. Kangchenjunga, pegunungan Himalaya, India/Nepal, 28,169 ft / 8,586 m.
  4. Lhotse I, pegunungan Himalaya, Nepal/China, 27,940 ft / 8,516 m.
  5. Makalu I, pegunungan Himalaya, Nepal/China, 27,766 ft / 8,463 m.
  6. Cho Oyu, pegunungan Himalaya, Nepal/China, 26,864 ft / 8,188 m.
  7. Dhaulagiri, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,795 ft / 8,167 m.
  8. Manaslu I, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,781 ft / 8,163 m.
  9. Nanga Parbat, pegunungan Himalaya, Pakistan, 26,660 ft / 8,125 m.
  10. Annapurna, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,545 ft / 8,091 m.
  11. Gasherbrum I, pegunungan Karakoram, Pakistan/China, 26,470 ft / 8,068 m.
  12. Puncak Broad, pegunungan Karakoram, Pakistan/China, 26,400 ft / 8,047 m.
  13. Gasherbrum II, pegunungan Karakoram, Pakistan/China, 26,360 ft / 8,035 m.
  14. Shishapangma (Gosainthan), pegunungan Himalaya, China, 26,289 ft / 8,013 m.
  15. Annapurna II, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,041 ft / 7,937 m.
  16. Gyachung Kang, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,910 ft / 7,897 m.
  17. Distaghil Sar, pegunungan Karakoram, Pakistan, 25,858 ft / 7,882 m.
  18. Himalchuli, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,801 ft / 7,864 m.
  19. Nuptse, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,726 ft / 7,841 m.
  20. Nanda Devi, pegunungan Himalaya, India, 25,663 ft / 7,824 m.
  21. Masherbrum, pegunungan Karakoram, Kashmir, 25,660 ft / 7,821 m.
  22. Rakaposhi, pegunungan Karakoram, Pakistan, 25,551 ft / 7,788 m.
  23. Kanjut Sar, pegunungan Karakoram, Pakistan, 25,461 ft / 7,761 m.
  24. Kamet, pegunungan Himalaya, India/China, 25,446 ft / 7,756 m.
  25. Namcha Barwa, pegunungan Himalaya, China, 25,445 ft / 7,756 m.
  26. Gurla Mandhata, pegunungan Himalaya, China, 25,355 ft / 7,728 m.
  27. Ulugh Muztagh, Kunlun, China, 25,340 ft / 7,723 m.
  28. Kungur, Muztagh Ata, China, 25,325 ft / 7,719 m.
  29. Tirich Mir, Hindu Kush, Pakistan, 25,230 ft / 7,690 m.
  30. Saser Kangri, pegunungan Karakoram, India, 25,172 ft / 7,672 m.
  31. Makalu II, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,120 ft / 7,657 m.
  32. Minya Konka (Gongga Shan), pegunungan Daxue, Cina, 24,900 ft / 7,590 m.
  33. Kula Kangri, pegunungan Himalaya, Bhutan, 24,783 ft / 7,554 m.
  34. Chang-tzu, pegunungan Himalaya, China, 24,780 ft / 7,553 m.
  35. Muztagh Ata, pegununganMuztagh Ata, China, 24,757 ft / 7,546 m.
  36. Skyang Kangri, pegunungan Himalaya, Kashmir, 24,750 ft / 7,544 m.
  37. Puncak Ismail Samani (dulu Puncak Stalin dan Puncak Komunis), pegunungan Pamir Tajikistan, 24,590 ft / 7,495 m.
  38. Puncak Jongsong, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,472 ft / 7,459 m.
  39. Puncak Pobeda, Tien Shan, Kyrgyzstan, 24,406 ft/ 7,439 m.
  40. Sia Kangri, pegunungan Himalaya, Kashmir, 24,350 ft / 7,422 m.
  41. Puncak Haramosh, pegunungan Karakoram, Pakistan, 24,270 ft / 7,397 m.
  42. Istoro Nal, pegunungan Hindu Kush, Pakistan, 24,240 ft / 7,388 m.
  43. Puncak Tent, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,165 ft / 7,365 m.
  44. Chomo Lhari, pegunungan Himalaya, China/Bhutan, 24,040 ft / 7,327 m.
  45. Chamlang, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,012 ft / 7,319 m.
  46. Kabru, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,002 ft / 7,316 m.
  47. Alung Gangri, pegunungan Himalaya, China, 24,000 ft / 7,315 m.
  48. Baltoro Kangri, pegunungan Himalaya, Kashmir, 23,990 ft / 7,312 m.
  49. Muztagh Ata (K-5), pegununganKunlun, China, 23,890 ft / 7,282 m.
  50. Mana, pegunungan Himalaya, India, 23,860 ft / 7,273 m.
  51. Baruntse, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,688 ft / 7,220 m.
  52. Puncak Nepal, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,500 ft / 7,163 m.
  53. Amne Machin, pegununganKunlun, China, 23,490 ft / 7,160 m.
  54. Gauri Sankar, pegunungan Himalaya, Nepal/China, 23,440 ft / 7,145 m.
  55. Badrinath, pegunungan Himalaya, India, 23,420 ft / 7,138 m.
  56. Nunkun, pegunungan Himalaya, Kashmir, 23,410 ft / 7,135 m.
  57. Puncak Lenin, pegunungan Pamir, Tajikistan/Kyrgyzstan, 23,405 ft / 7,134 m.
  58. Pyramid, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,400 ft / 7,132 m.
  59. Api, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,399 ft / 7,132 m.
  60. Pauhunri, pegunungan Himalaya, India/Cina, 23,385 ft / 7,128 m.
  61. Trisul, pegunungan Himalaya, India, 23,360 ft / 7,120 m.
  62. Puncak Korzhenevski, pegunungan Pamir, Tajikistan, 23,310 ft / 7,105 m.
  63. Kangto, pegunungan Himalaya, China, 23,260 ft / 7,090 m.
  64. Nyainqentanglha, Nyainqentanglha Shan, Cina, 23,255 ft / 7,088 m.
  65. Trisuli, pegunungan Himalaya, India, 23,210 ft / 7,074 m.
  66. Dunagiri, pegunungan Himalaya, India, 23,184 ft / 7,066 m.
  67. Puncak Revolution, pegunungan Pamir, Tajikistan, 22,880 ft / 6,974 m.
  68. Aconcagua, pegunungan Andes, Argentina, 22,834 ft / 6,960 m.
  69. Ojos del Salado, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,664 ft / 6,908 m.
  70. Bonete, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,546 ft / 6,872 m.
  71. Ama Dablam, pegunungan Himalaya, Nepal, 22,494 ft / 6,856 m.
  72. Tupungato, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,310 ft / 6,800 m.
  73. Puncak Moscow, pegunungan Pamir, Tajikistan, 22,260 ft / 6,785 m.
  74. Pissis, pegunungan Andes, Argentina, 22,241 ft / 6,779 m.
  75. Mercedario, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,211 ft / 6,770 m.
  76. Huascarรกn, pegunungan Andes, Peru, 22,205 ft / 6,768 m.
  77. Llullaillaco, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,057 ft / 6,723 m.
  78. El Libertador, pegunungan Andes, Argentina, 22,047 ft / 6,720 m.
  79. Cachi, pegunungan Andes, Argentina, 22,047 ft / 6,720 m.
  80. Kailas, pegunungan Himalaya, China, 22,027 ft / 6,714 m.
  81. Incahuasi, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 21,720 ft / 6,620 m.
  82. Yerupaja, pegunungan Andes, Peru, 21,709 ft / 6,617 m.
  83. Kurumda, pegunungan Pamir, Tajikistan, 21,686 ft / 6,610 m.
  84. Galan, pegunungan Andes, Argentina, 21,654 ft / 6,600 m.
  85. El Muerto, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 21,463 ft / 6,542 m.
  86. Sajama, pegunungan Andes, Bolivia, 21,391 ft / 6,520 m.
  87. Nacimiento, pegunungan Andes, Argentina, 21,302 ft / 6,493 m.
  88. Illampu, pegunungan Andes, Bolivia, 21,276 ft / 6,485 m.
  89. Illimani, pegunungan Andes, Bolivia, 21,201 ft / 6,462 m.
  90. Coropuna, pegunungan Andes, Peru, 21,083 ft / 6,426 m.
  91. Laudo, pegunungan Andes, Argentina, 20,997 ft / 6,400 m.
  92. Ancohuma, pegunungan Andes, Bolivia, 20,958 ft / 6,388 m.
  93. Cuzco, pegunungan Andes, Peru, 20,945 ft / 6,384 m.
  94. Ausangate (Toro), pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,932 ft / 6,380 m.
  95. Tres Cruces, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,853 ft / 6,356 m.
  96. Huandoy, pegunungan Andes, Peru, 20,852 ft / 6,356 m.
  97. Parinacota, pegunungan Andes, Bolivia/Chili, 20,768 ft / 6,330 m.
  98. Tortolas, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,745 ft / 6,323 m.
  99. Chimborazo, pegunungan Andes, Ecuador, 20,702 ft / 6,310 m.
  100. Ampato, pegunungan Andes, Peru, 20,702 ft 6,310 m.
  101. El Condor, pegunungan Andes, Argentina, 20,669 ft / 6,300 m.
  102. Salcantay, pegunungan Andes, Peru, 20,574 ft / 6,271 m.
  103. Huancarhuas, pegunungan Andes, Peru, 20,531 ft / 6,258 m.
  104. Famatina, pegunungan Andes, Argentina, 20,505 ft / 6,250 m.
  105. Pumasillo, pegunungan Andes, Peru, 20,492 ft / 6,246 m.
  106. Solo, pegunungan Andes, Argentina, 20,492 ft / 6,246 m.
  107. Polleras, pegunungan Andes, Argentina, 20,456 ft / 6,235 m.
  108. Pular, pegunungan Andes, Chili, 20,423 ft / 6,225 m.
  109. Chaรฑi, pegunungan Andes, Argentina, 20,341 ft / 6,200 m.
  110. McKinley (Denali), pegununganAlaska, Alaska, 20,341 ft / 6,200 m.
  111. Aucanquilcha, pegunungan Andes, Chili, 20,295 ft / 6,186 m.
  112. Juncal, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,276 ft / 6,180 m.
  113. Negro, pegunungan Andes, Argentina, 20,184 ft / 6,152 m.
  114. Quela, pegunungan Andes, Argentina, 20,128 ft / 6,135 m.
  115. Condoriri, pegunungan Andes, Bolivia, 20,095 ft / 6,125 m.
  116. Palermo, pegunungan Andes, Argentina, 20,079 ft / 6,120 m.
  117. Solimana, pegunungan Andes, Peru, 20,068 ft / 6,117 m.
  118. San Juan, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,049 ft / 6,111 m.
  119. Sierra Nevada, pegunungan Andes, Argentina, 20,023 ft / 6,103 m.
  120. Antofalla, pegunungan Andes, Argentina, 20,013 ft / 6,100 m.
  121. Marmolejo, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,013 ft / 6,100 m.
Keterangan:
  • ft = satuan panjang feet (kaki)
  • m = satuan panjang meter  

Sumber

  • Chambers Book of Facts (edisi 2003)
  • The Hutchinson Almanac (annual)
  • Whittaker's Almanack (annual)
  • WIKI

Pencinta Alam




Pencinta alam atau pecinta alam adalah istilah yang dipergunakan untuk kelompok-kelompok yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan konservasi alam. Di Indonesia istilah ini merujuk pada kelompok yang bergerak di bidang petualangan alam bebas, seperti mendaki gunung, ekspedisi ke belantara, panjat tebing, arung jeram, susur gua, penyelaman bawah laut dan bertualang dengan perahu layar.
Istilah Pecinta Alam pertama kali diperkenalkan oleh para mahasiswa di Universitas Indonesia. Mapala UI pada tahun 1964. Para tokohnya seperti Soe Hok Gie, Herman Lantang, Aristides Katopo, dll. Setelah itu perkembangan kelompok-kelompok pecinta alam berkembang sangat pesat.


Kode etik pencinta alam

Kode etik pecinta alam Indonesia dicetuskan dalam kegiatan Gladian Nasional Pecinta Alam IV yang dilaksanakan di Pulau Kahyangan dan Tana Toraja pada bulan Januari 1974. Gladian yang diselenggarakan oleh Badan Kerja sama Club Antarmaja pencinta Alam se-Ujung Pandang ini diikuti oleh 44 perhimpunan pecinta alam se Indonesia.
Kode etik pecinta alam Indonesia ini, sampai saat ini masih dipergunakan oleh berbagai perkumpulan pecinta alam di seluruh Indonesia.
Bunyi dari kode etik pecinta alam Indonesia adalah sebagai berikut:
Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
Pecinta Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa, dan tanah air
Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam adalah sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah yang Mahakuasa
Sesuai dengan hakikat di atas, kami dengan kesadaran menyatakan :
1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya
3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air
4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan asas pecinta alam
6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air
7. Selesai
Disyahkan bersama dalam Gladian Nasional ke-4
Ujung Pandang, 1974.
 
(WIKI)

Tentara Nasional Indonesia (TNI)




Tentara Nasional Indonesia atau biasa disingkat TNI adalah nama sebuah angkatan perang dari negara Indonesia. Pada awal dibentuk bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) kemudian berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dan kemudian diubah lagi namanya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga saat ini.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) terdiri dari tiga angkatan bersenjata, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. TNI dipimpin oleh seorang Panglima TNI, sedangkan masing-masing angkatan dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan. Panglima TNI saat ini adalah Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Pada masa Demokrasi Terpimpin hingga masa Orde Baru, TNI pernah digabungkan dengan POLRI. Penggabungan ini disebut dengan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).
Sesuai Ketetapan MPR nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI serta Ketetapan MPR nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran POLRI maka pada tanggal 30 September 2004 telah disahkan Rancangan Undang-Undang TNI oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang selanjutnya ditandatangani oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 19 Oktober 2004.
 

Sejarah

Sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, otoritas militer di Hindia Belanda diselenggarakan oleh (KNIL). Meskipun KNIL tidak langsung bertanggung jawab atas pembentukan angkatan bersenjata Indonesia pada masa depan, (sebaliknya berperan sebagai musuh selama Revolusi Nasional Indonesia 1945-1949), KNIL juga telah memberikan andil berupa pelatihan militer dan infrastruktur untuk beberapa perwira TNI pada masa depan. Ada pusat-pusat pelatihan militer, sekolah militer dan akademi militer di Hindia Belanda. Di samping merekrut relawan Belanda dan tentara bayaran Eropa, KNIL juga merekrut orang-orang pribumi Indonesia.
Pada tahun 1940 saat Belanda di bawah pendudukan Jerman, dan Jepang mulai mengancam akses pasokan minyak bumi ke Hindia Belanda, Belanda akhirnya membuka kesempatan penduduk pribumi di Pulau Jawa untuk masuk sebagai anggota KNIL.
Selama Perang Dunia Kedua dan pendudukan Jepang di Indonesia perjuangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan mulai memuncak. Untuk mendapatkan dukungan dari rakyat Indonesia dalam perang melawan pasukan sekutu, Jepang mulai mendorong dan mendukung gerakan nasionalis Indonesia dengan menyediakan pelatihan militer dan senjata bagi pemuda Indonesia. Pada tanggal 3 Oktober 1943, militer Jepang membentuk tentara relawan Indonesia yang disebut PETA (Pembela Tanah Air). Jepang membentuk PETA dengan maksud untuk membantu pasukan mereka menentang kemungkinan invasi oleh Sekutu ke wilayah Asia tenggara.
Pelatihan militer Jepang untuk pemuda Indonesia awalnya dimaksudkan untuk menggalang dukungan lokal bagi Kekaisaran Jepang, tetapi kemudian menjadi sumber daya yang sangat berarti untuk Republik Indonesia selama Perang Kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949 dan juga berperan dalam pembentukan Tentara Keamanan Rakyat pada tahun 1945.

Pembentukan

Negara Indonesia pada awal berdirinya sama sekali tidak mempunyai kesatuan tentara. Badan Keamanan Rakyat yang dibentuk dalam sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945 dan diumumkan oleh Presiden pada tanggal 23 Agustus 1945 bukanlah tentara sebagai suatu organisasi kemiliteran yang resmi.
BKR baik di pusat maupun di daerah berada di bawah wewenang Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan KNI Daerah dan tidak berada di bawah perintah presiden sebagai panglima tertinggi angkatan perang. BKR juga tidak berada di bawah koordinasi Menteri Pertahanan. BKR hanya disiapkan untuk memelihara keamanan setempat agar tidak menimbulkan kesan bahwa Indonesia menyiapkan diri untuk memulai peperangan menghadapi Sekutu.
Akhirnya, melalui Maklumat Pemerintah tanggal 5 Oktober 1945 (hingga saat ini diperingati sebagai hari kelahiran TNI), BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada tanggal 7 Januari 1946, Tentara Keamanan Rakyat berganti nama menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kemudian pada 26 Januari 1946, diubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).
Karena saat itu di Indonesia terdapat barisan-barisan bersenjata lainnya di samping Tentara Republik Indonesia, maka pada tanggal 15 Mei 1947, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan untuk mempersatukan Tentara Republik Indonesia dengan barisan-barisan bersenjata tersebut menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penyatuan itu terjadi dan diresmikan pada tanggal 3 Juni 1947.

Perkembangan

Dari tahun 1950 hingga 1960-an Republik Indonesia berjuang untuk mempertahankan persatuan negara terhadap pemberontakan lokal dan gerakan separatis di beberapa provinsi. Dari tahun 1948 hingga 1962, TNI terlibat dalam perang lokal di Jawa Barat, Aceh, dan Sulawesi Selatan melawan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), sebuah gerakan militan yang bertujuan mendirikan negara Islam di Indonesia. TNI juga membantu menumpas pemberontakan Republik Maluku Selatan pada tahun 1963. Kolonel Bayu
Dari tahun 1961 sampai 1963, TNI terlibat dalam operasi militer untuk pengembalian Irian Barat ke Indonesia, dari tahun 1962-1965 TNI terlibat dalam Konfrontasi Indonesia-Malaysia.
Indonesia mengembangkan hubungan baik dengan Uni Soviet pada periode tahun 1961-1965. Uni Soviet memberikan 17 kapal untuk Angkatan Laut Indonesia. Kapal terbesar yang diberikan adalah kapal penjelajah kelas Sverdlov dengan bobot mati 16.640 ton, sangat besar juga dibandingkan dengan kapal korvet kelas Sigma yang hanya 1.600 ton. Indonesia memperoleh 12 kapal selam kelas Whiskey ditambah 2 kapal pendukung. Di Angkatan Udara Indonesia memiliki lebih dari seratus pesawat militer, 20 supersonik MiG-21s, 10 supersonik MiG-19, 49 MiG-17 dan 30 MiG-15.

Masa orde baru

Pada masa Orde Baru, militer di Indonesia lebih sering disebut dengan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). ABRI adalah sebuah lembaga yang terdiri dari unsur angkatan perang dan kepolisian negara (Polri). Pada masa awal Orde Baru unsur angkatan perang disebut dengan ADRI (Angkatan Darat Republik Indonesia), ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia) dan AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia).[6] Namun sejak Oktober 1971 sebutan resmi angkatan perang dikembalikan lagi menjadi Tentara Nasional Indonesia, sehingga setiap angkatan sebut dengan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.
Pada masa Orde Baru ketika Presiden Soeharto berkuasa, TNI ikut serta dalam dunia politik di Indonesia. Keterlibatan militer dalam politik Indonesia adalah bagian dari penerapan konsep Dwifungsi ABRI yang kelewat menyimpang dari konsep awalnya. Pada masa ini banyak sekali orang-orang militer ditempatkan di berbagai perusahaan dan instansi pemerintahan. Di lembaga legislatif, ABRI mempunyai fraksi sendiri di Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat, yang anggota-anggota diangkat dan tidak melalui proses pemilu yang disebut dengan Fraksi ABRI atau biasa disingkat FABRI.
Dari tahun 1970 hingga tahun 1990-an militer Indonesia bekerja keras untuk menekan gerakan separatis bersenjata di provinsi Aceh dan Timor Timur. Pada tahun 1991 terjadi Peristiwa Santa Cruz di Timor Timur yang menodai citra militer Indonesia secara internasional. Insiden ini menyebabkan Amerika Serikat menghentikan dana IMET (International Military Education and Training), yang mendukung pelatihan bagi militer Indonesia.

Era reformasi

Setelah jatuhnya Soeharto pada tahun 1998, gerakan demokratis dan sipil tumbuh mengganti peran militer dalam keterlibatan politik di Indonesia. Sebagai hasilnya, TNI di masa ini telah mengalami reformasi tertentu, seperti penghapusan Dwifungsi ABRI. Reformasi ini juga melibatkan penegak hukum dalam masyarakat sipil umum, yang mempertanyakan posisi polisi Indonesia di bawah payung angkatan bersenjata. Reformasi ini menyebabkan pemisahan kepolisian dari militer. Pada tahun 2000, Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi kembali berdiri sendiri dan merupakan sebuah entitas yang terpisah dari militer. Nama resmi militer Indonesia juga berubah dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) menjadi kembali Tentara Nasional Indonesia (TNI). Di bentuklah 3 peraturan perundang-undangan baru yaitu UU 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, UU no. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, dan UU 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Calon Panglima TNI saat ini harus diajukan Presiden dari Kepala Staf Angkatan untuk mendapat persetujuan DPR. Hak politik TNI pun dihilangkan serta dwifungsi ABRI dihilangkan.
Tugas pokok TNI saat ini dapat berupa operasi militer untuk perang atau operasi militer selain perang, yaitu untuk :
  1. mengatasi gerakan separatis bersenjata;
  2. mengatasi pemberontakan bersenjata;
  3. mengatasi aksi terorisme;
  4. mengamankan wilayah perbatasan;
  5. mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis;
  6. melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri;
  7. mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya;
  8. memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta;
  9. membantu tugas pemerintahan di daerah;
  10. membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang;
  11. membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia;
  12. membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan;
  13. membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue); serta
  14. membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan, dan penyelundupan.
Militer Indonesia melanjutkan keterlibatan dan kontribusinya misi penjaga perdamaian PBB melalui Kontingen Garuda. Setelah tahun 1999, pasukan Indonesia dikirim ke Afrika sebagai bagian dari Misi PBB di Republik Demokratik Kongo. TNI juga telah menjadi bagian dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon, UNAMID, UNSMIS, MINUSTAH, UNISFA, UNMISS, UNMIL.
Setelah darurat militer Aceh 2003-2004 & tsunami Aceh tahun 2004, pemerintah Amerika Serikat menghentikan embargo suku cadang yang telah berjalan terhadap senjata yang tidak mematikan dan kendaraan militer, untuk mendukung upaya kemanusiaan di daerah yang terkena dampak tsunami di Aceh dan Nias. Sejak itu, Angkatan Udara Indonesia telah menandatangani kesepakatan untuk membeli lebih banyak pesawat angkut C-130. Pada tanggal 22 November 2005, Amerika Serikat mengumumkan bahwa hubungan militer dengan Indonesia akan dipulihkan secara penuh. Keputusan ini mengakhiri enam tahun larangan penjualan senjata Amerika Serikat ke Indonesia.[11]
Pada tahun 2009 dikeluarkan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2009 tentang pengambilalihan aktivitas bisnis TNI. Semua bisnis TNI akan dikelola oleh sebuah badan khusus yang akan didirikan yang merupakan amanat dari Undang Undang No.34/2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Doktrin

Pada masa TNI digabung dengan POLRI menggunakan doktrin Catur Dharma Eka Karma yang disingkat dengan CADEK. Seiring berjalannya era reformasi di Indonesia, TNI mengalami proses reformasi internal yang signifikan. Di antaranya adalah perubahan doktrin Catur menjadi Tri setelah terpisahnya POLRI dari ABRI.
Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI nomor Kep/21/I/2007, pada tanggal 12 Januari 2007, doktrin TNI ditetapkan menjadi Tri Dharma Eka Karma yang disingkat dengan TRIDEK.
Jati diri Tentara Nasional Indonesia adalah (Pasal 2 UU TNI) :
  1. Tentara Rakyat, yaitu tentara yang anggotanya berasal dari warga negara Indonesia;
  2. Tentara Pejuang, yaitu tentara yang berjuang menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya;
  3. Tentara Nasional, yaitu tentara kebangsaan Indonesia yang bertugas demi kepentingan negara di atas kepentingan daerah, suku, ras, dan golongan agama; dan
  4. Tentara Profesional, yaitu tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional, dan hukum internasional yang telah diratifikasi.

Organisasi

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia berada di bawah koordinasi dengan Presiden RI. Perwira paling senior di Mabes TNI, Panglima TNI, adalah perwira tinggi berbintang empat dengan pangkat Jenderal, Laksamana atau Marsekal memimpin TNI di bawah Presiden. Berdasarkan Peraturan Presiden no. 10 tahun 2010 yang sudah diubah menjadi Peraturan Presiden no. 62 tahun 2016, Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia terdiri atas

Unsur Pimpinan

Jabatan tertinggi di Tentara Nasional Indonesia adalah Panglima Tentara Nasional Indonesia, yang biasanya dijabat oleh Jenderal berbintang empat. Saat ini TNI dipimpin oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang sudah menjabat sejak 8 Juli 2015

Unsur Pembantu Pimpinan

  1. Staf Umum TNI;
  2. Inspektorat Jenderal TNI;
  3. Staf Ahli Panglima TNI;
  4. Staf Kebijakan Strategis dan Perencanaan Umum TNI;
  5. Staf Intelijen TNI;
  6. Staf Operasi TNI;
  7. Staf Personalia TNI;
  8. Staf Logistik TNI;
  9. Staf Teritorial TNI;
  10. Staf Komunikasi dan Elektronika TNI;

Unsur Pelayanan

  1. Satuan Komunikasi dan Elektronika Tentara Nasional Indonesia (Satkomlek TNI)
  2. Pusat Pengendalian Operasi Tentara Nasional Indonesia (Puskodalops TNI)
  3. Sekretariat Umum Tentara Nasional Indonesia (Sentum TNI)
  4. Detasemen Markas Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Denma Mabes TNI)

Badan Pelaksana Tingkat Pusat

  1. Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI)
  2. Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI (Kodiklat TNI)
  3. Akademi Tentara Nasional Indonesia (Akademi TNI)
  4. Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS TNI)
  5. Pasukan Pengamanan Presiden Tentara Nasional Indonesia (Paspampres)
  6. Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Puspen TNI)
  7. Pusat Kesehatan Tentara Nasional Indonesia (Puskes TNI)
  8. Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI)
  9. Badan Pembekalan Tentara Nasional Indonesia (Babek TNI)
  10. Badan Pembinaan Hukum Tentara Nasional Indonesia (Babinkum TNI)
  11. Pusat Pembinaan Mental Tentara Nasional Indonesia (Pusbintal TNI)
  12. Pusat Keuangan Tentara Nasional Indonesia (Puskeu TNI)
  13. Pusat Sejarah Tentara Nasional Indonesia (Pusjarah TNI)
  14. Pusat Informasi Pengolah Data Tentara Nasional Indonesia (Pusinfolahta TNI)
  15. Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia (PMPP TNI)
  16. Pusat Kerjasama Internasional Tentara Nasional Indonesia (Puskersin TNI)
  17. Pusat Pengkajian Strategis Tentara Nasional Indonesia (Pusjianstra TNI)
  18. Pusat Jasmani dan Peraturan Militer Dasar Tentara Nasional Indonesia (Pusjaspermildas TNI)
  19. Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB TNI)
  20. Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC TNI)
  21. Komando Garnisun Tetap Tentara Nasional Indonesia (Gartap)
  22. Satuan Siber Tentara Nasional Indonesia (Satsiber TNI)

Komando Utama Tempur

  1. Komando Pertahanan Udara Nasional Indonesia (Kohanudnas)
  2. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan)
  3. Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad)
  4. Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
  5. Komando Daerah Militer (Kodam)
  6. Komando Armada (Koarmada)
  7. Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil)
  8. Komando Operasional TNI Angkatan Udara (Koopsau)

Kekuatan

Mulai tahun 2010 pemerintah Indonesia berusaha untuk memperkuat TNI agar mencapai standar kekuatan pokok minimum (bahasa Inggris: Minimum Essential Force (MEF)). MEF dibagi menjadi tiga tahap rencana strategis sampai tahun 2024. Pada awalnya pemerintah menganggarkan Rp156 triliun untuk penyediaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI pada periode MEF 2010-2014.[14][15][16]
Tabel di bawah adalah data mengenai kekuatan angkatan bersenjata Indonesia pada tahun 2006 dengan beberapa data yang telah diperbaharui sesuai dengan kondisi terkini:
Jumlah prajurit: 369.389 personel
TNI Angkatan Darat TNI Angkatan Laut TNI Angkatan Udara
Jumlah prajurit: 273.693 Jumlah prajurit: 68.180 Jumlah prajurit: 27.590
Kekuatan Terpusat
  • Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat:
    • Dua divisi satuan tempur
      • 18 batalion infranteri
      • 16 batalion lain
  • Komando Pasukan Khusus:
    • 4 grup tempur dan 1 grup pendidikan
Kekuatan Kewilayahan
  • Komando Daerah Militer: 15
  • Komando Resort Militer: 44
  • Komando Distrik Militer: 291
  • Batalion: 97


 
Kekuatan Badan Pelaksana Pusat
  • Resimen Zeni Konstruksi: 1
  • Skuadron Penerbang TNI AD: 5
  • Lima batalion lain
Sistem Senjata Armada Terpadu
  • Kapal Republik Indonesia: 136
  • Kapal Angkatan Laut: 71
  • Pasukan Marinir: 2
  • Brigade Marinir: 3
  • Komando Latih Marinir: 1

Kekuatan Kewilayahan
  • Armada Barat
  • Armada Timur
  • Pangkalan Utama Angkatan Laut:
    • Kelas A: 14
    • Kelas B: 24
    • Kelas C: 19
    • Kelas khusus: 3
Skuadron Udara
  • Jumlah pesawat tempur: 180 (target 2024)
  • Skuadron tempur: 8
  • Skuadron angkut: 5
  • Skuadron intai: 1
  • Skuadron helikopter: 3
  • Skuadron latih: 3


 
Pangkalan Udara
  • Pangkalan Udara: 41
  • Detasemen Angkatan Udara: 8
  • Pos Angkatan Udara: 80


 



Pasukan Khas
  • 3 wing operasional, 1 Satuan anti teror/Satbravo 90, dan 1 Pusdiklat Pasukan Khas


Satuan Radar
  • 17 satuan radar pertahanan udara

Anggaran


Setiap tahun TNI memperoleh anggaran yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat melalui APBN. Berbeda dengan Polri yang menerima anggaran langsung untuk 1 unit organisasi (Mabes Polri), anggaran yang dialokasikan untuk TNI tidak langsung digunakan untuk TNI sendiri, tetapi harus dibagi kepada 5 unit organisasi, yaitu Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU.
Pada tahun 2014, Pemerintah Indonesia mengalokasikan 83,4 triliun untuk Kementerian Pertahanan dalam RAPBN.
Tahun Fiskal Anggaran (IDR) Anggaran (USD)
2005 Rp21,97 triliun USD2,5 miliar
2006 Rp23,6 triliun USD2,6 miliar
2007 Rp32,6 triliun USD3,4 miliar
2008 Rp36,39 triliun USD3,8 miliar
2009 Rp33,6 triliun USD3,3 miliar
2010 Rp42,3 triliun USD4,47 miliar
2011 Rp47,5 triliun USD5,2 miliar
2012 Rp64,4 triliun USD7,5 miliar
2013 Rp81,8 triliun[21] USD8,44 miliar
2014 Rp83,4 triliun[22] USD8,5 miliar
2015 Rp102,3 triliun[23]
(Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2015/APBN Perubahan Tahun 2015)

2016 Rp99,6 triliun[3]
(Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia Tahun Anggaran 2016)

Industri

Daftar perusahaan industri militer alutsista dan produksinya
  • Mabes TNI: Rantis 4x4 TNI
  • Balitbang Kemhan: Roket 122&200mm, Repeater UHF, Munisi 90 mm
  • Dislitbangad: Remote Control Weapon System
  • Dislitbangal: Munisi dan senjata APS
  • Dislitbangau: Modulator TWT Radar Thomson
  • BPPT: 1 UAV Baru
  • LIPI: Radar ISRA Coastal
  • Lapan: Roket ะค 120 mm
  • PT Pindad: Kendaraan Peluncur Roket
  • PT Dirgantara Indonesia: Model Pesawat CN-295
  • PT PAL: Miniatur PKR. KCR-60, LPD-125, FPB-57
  • PTLEN: Combat Management System
  • PT Dok Kodja Bahari: Maket Kapal BCM-122
  • PT Lundin Industry Invest: Maket KCR
  • PT Auto Car: Engine
  • CV Indopulley Perkasa: Ban runflat, Boogie Wheel
  • PT Infoglobal Teknologi Semesta: MPD, MFD
  • PT Sari Bahari: Bom P-100 Latih
  • PT Fista Bahari Internusa: Life craft
  • PT Tesco Indomaritim: Landing Craft Vehicle Personel
  • CV Maju Mapan: Payung Udara Barang
  • PT Infra RCS: Surveillance
  • CV Nuslisty Abadi Medika: Kelambu Malaria
  • PT CMI: Tekhnologi Radar APQ 159 untuk pesawat F-5
  • PT Palindo Marine: Miniature KCR
  • PT Persada Aman Sentosa: Helm & Rompi Tempur
  • PT Indah Angurah Abadi: Azimuth Rudder Propeller
  • PT Maju Sentosa Pertiwi: Minyak Senjata dan Kimia Perawatan
  • PT Saba Wijaya Persada: Helm dan Rompi Tempur
  • PT Aura Sakti Engineering: Peralatan Alins/Alongins
  • PT Bogar Artha Satria: Filter Tank Scorpion
  • PT Surya Segara: Food Ration dan Drinking Water
  • PT Sritex: Tenda Pleton
  • PT Uavindo: 4 Pesawat UAV
  • PT Fiber Glass Perkasa: Miniature FPB 28,5 mm
  • CV Guno Meja: Kursi Lapangan
  • PT Langit Biru Parasut: PUO Freefall
  • PT Wira Jayadi Bahari: Prototype APC Amphibi
  • PT F1 Perkasa
  • PT Vadel Ksatria Samudra Indonesia
  • PT Hyperbaric Medical Solusindo
  • PT Technology Engineering Simulation
  • PT Security Operation Group Indonesia
  • PT Honley Motor Indonesia
  • PT Boogie Advindo
  • CV Hydrosix
  • PT Epoxyndo Art Lestari
  • PT Nusantara Turbin & Propulsi
  • PT Jala Berikat Nusantara Perkasa
  • PT Persada, Aman Sentosa
  • PT Fajar Sistanindo
  • PT Gemilang Bhakti Pertiwi
  • PT. Adhi Daya Cemerlang Minyak Senjata

Lihat pula

  • Kapal Perang TNI AL
  • Daftar operasi militer dan non-militer TNI
  • Kementerian Pertahanan
  • Kepolisian Negara Republik Indonesia
  • Badan Intelijen Negara
  • Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
  • Badan Keamanan Laut
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana
  • Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
  • Badan Nasional Pengelola Perbatasan

Referensi

  1. ^ a b c "Military Strength of Indonesia". GlobalFirepower.com. Diakses tanggal 2 Januari 2014.
  2. ^ "Ongoing Operations". www.pkc-indonesia.mil.id. Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia. Diakses tanggal 8 Januari 2014.
  3. ^ a b Direktorat Penyusunan APBN, Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI. "Informasi APBN Tahun 2016" (PDF). Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Diakses tanggal 22 Juni 2015.
  4. ^ "Inilah Anggaran Pertahanan Indonesia Hingga 2019". angkasa.co.id. 26 April 2016. Diakses tanggal 22 Juni 2016.
  5. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t "SIPRI Military Arms Transfers Database". SIPRI.org. Stockholm International Peace Research Institute. Diakses tanggal 2 Januari 2014.
  6. ^ Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 80 Tahun 1969.
  7. ^ Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 69 Tahun 1971
  8. ^ Heyder Affan (26 November 2013). "Dwifungsi ABRI, asas tunggal hingga P4". BBC Indonesia. Diakses tanggal 3 Januari 2014.
  9. ^ "Arti Singkatan FABRI / Kepanjangan Dari FABRI - Kamus Akronim Bahasa Indonesia". Organisasi.org. 20 November 2012. Diakses tanggal 4 Januari 2014.
  10. ^ "15 Prajurit TNI Ikuti Farewell Ceremony di Haiti". Poskota Online. 11 Februari 2013. Diakses tanggal 4 Januari 2014.
  11. ^ "Menlu AS kunjungi Indonesia". BBCIndonesia.com. 14 Maret 2006. Diakses tanggal 4 Januari 2014.
  12. ^ Agil Iqbal Cahaya (12 April 2012). "Transformasi Bisnis TNI dalam Menjalankan Amanat UU No. 34 Tahun 2004". setkab.go.id. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 4 Januari 2014.
  13. ^ "Doktrin TNI". www.tni.mil.id. Diakses tanggal 3 Januari 2014.
  14. ^ "Anggaran Alutsista 2010-2014 Capai Rp156 Triliun". Investor Daily Indonesia. 30 Januari 2012. Diakses tanggal 4 Januari 2014.
  15. ^ "Minimum Essential Force TNI Tahap 2 (2015-2019)". JakartaGreater.com. 11 September 2013. Diakses tanggal 4 Januari 2014.
  16. ^ MEF: Modernisasi Militer Indonesia
  17. ^ a b c d Rahakundini Bakrie, Connie (2007). Pertahanan Negara dan Postur TNI ideal. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. p. 102. ISBN 978-979-641-655-9.
  18. ^ "180 Pesawat Tempur Canggih AU". Tribunnews.com. 27 January 2012. Diakses tanggal 16 November 2012.
  19. ^ "Anggaran Polri dan TNI Dinilai Tidak Berimbang". dpr.go.id. Dewan Perwakilan Rakyat. 16 Agustus 2013. Diakses tanggal 6 Januari 2014.
  20. ^ Angga Sukma Wijaya (16 Agustus 2013). "APBN 2014, Kementerian Pertahanan Dapat Anggaran Terbesar". Tempo.co. Diakses tanggal 6 Januari 2014.
  21. ^ Wahyu Daniel (18 Desember 2012). "Sediakan Rp81 Triliun, RI Beli 6 Pesawat Tempur Sukhoi Cs Tahun Depan". detikfinanca.com. Diakses tanggal 3 Januari 2014.
  22. ^ Fakhri Rezy (27 Agustus 2013). "Capai Rp83,4 Triliun, Anggaran Ketahanan Habis untuk Alutsista". Okezone.com. Diakses tanggal 6 Januari 2014.
  23. ^ Direktorat Penyusunan APBN, Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI (Maret 2015). "Budget in Brife APBN-P 2015" (PDF). Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Diakses tanggal Maret 2015. (WIKI)